28 Persen Masyarakat Indonesia Beli Properti dalam Dua Tahun Mendatang

News

Sektor properti diperkirakan dapat terus berkembang tiap tahun. Tercatat sebanyak 28 persen masyarakat Indonesia akan beli properti dalam satu sampai dua tahun mendatang.

Hal ini diperoleh dari hasil survei Goodwater pada 575 warga Indonesia dan disampaikan oleh Dayu Dara Permata selaku CEO-Founder Pinhome, saat peluncuran aplikasi konsumen Pinhome dan peresmian ruang kolaborasi PINArena, Kamis (25/11/2021). "28 persen masyarakat Indonesia sedang merencanakan untuk membeli properti dalam 1 atau 2 tahun yang akan datang," ujar Dara. Menjelaskan lebih lanjut terkait hasil survei tersebut, Dara mengatakan, lebih tepatnya dalam satu tahun mendatang, sekitar 15 persen masyarakat berencana untuk membeli properti pertama mereka.

Sedangkan untuk 13 persen lainnya memiliki rencana untuk membeli properti pada dua tahun yang akan datang.

Tidak hanya itu, hampir 70 persen masyarakat akan membeli properti dalam 5 tahun ke depan. "Nah ini adalah hal yang sangat membuat kita semangat atau optimis bahwa sektor properti akan bisa bergerak," tambah Dara. Sedangkan untuk kapabilitas, orang dengan pendapatan 5 juta juga mampu untuk membeli properti karena saat ini terdapat banyak properti yang terjangkau dan tersubsidi.
"Pemerintah sediakan (properti tersubsidi) sekitar dua ratus sampai tiga ratus ribu setiap tahunnya, jadi bisa diakses oleh millennial," kata Dara. Terkait hal itu, KPR masih menjadi pilihan primadona bagi milennial untuk mempunyai rumah idaman. Data tersebut diperkuat dengan adanya catatan dari konsumen Pinhome yang menunjukkan sebanyak 78 persen dari mereka memilih KPR sebagai metode pembayaran.
 Untuk diketahui, Pinhome merupakan platform e-commerce properti dan yang didirikan sejak tahun 2019. Didukung dengan aplikasi konsumen yang baru diresmikan, Pinhome merambah sektor layanan rumah tangga dan tersedia di 27 area di Indonesia.